Rabu, 20 Juli 2011

Part 6 "Jatuh Pada Sebuah Nama

Malam harinya, Sinta duduk kembali di depan jendela kamarnya melihat bintang - bintang yang bersinar di temani cahaya bulan malam itu. Ia tak tau mengapa hatinya begitu mengharapkan kehadiran Danar di sisinya. Tapi, dia tak mungkin mngungkapkan semua perasaannya kepada Danar. karena dia harus menjaga harga dirinya sebagai wanita.
Setelah beberapa menit termenung, terdengar sebuah langkah dari arah belakang.
"Sinta, Ada apa ? Kok melamun ?" Tanya Kak Silfi kepada Sinta.
"Enggak ada apa - apa kok kak. Cuman lagi nggak mood dan ngerasa ada yang aneh dikit di hati Sinta." Jawab Sinta.
"Ah, Kamu jangan bohong. Matamu nggak bohong kok. Curhat aja sama kakak. Insyaallah kakak bisa bantu." Kata Kak Silfi menenangkan hati Sinta.
"Kenapa ya kak, setiap Sinta melihat muka Danar, hati Sinta langsung cenat - cenut gitu. Sinta bingung." Kata Sinta.
"Ehm, gimana yah ? Kakak rasa kamu lagi jatuh cinta deh kayaknya." Kata Kak Silfi.
"Ehm, huaa....! Kak, udah ngantuk. Sinta balik ke kamar dulu yah ?" Kata Sinta.
"Iya. Kakak juga udah ngantuk. Besok lagi kita curhat - curhatnya. Wassalamu'alaikum." Kata Kak Silfi.
(besambung.....)
ah, lagi males...
ceritanya jadi dikit aja yah ?
thx udah mau baca ini blog.......
salam kucing.........
miaw................